Inspektorat Pemerintah Kabupaten Magetan selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang mempunyai tugas sebagai pengawas intern terhadap seluruh kegiatan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Kabupaten Magetan.

lnspektorat Kabupaten Magetan  dituntut  untuk  memberikan keyakinan yang memadai atas ketaatan, kehematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan  penyelenggaraan tugas dan fungsi lnstansi Pemerintah Daerah, memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah, memelihara  dan  meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi lnstansi Pemerintah Daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lnspektorat Kabupaten Magetan dalam melaksanakan tugas dan  fungsinya  sesuai dengan amanat diatas, maka lnspektorat Kabupaten Magetan wajib mengedepankan fungsi pembinaan dan pengawasan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam bentuk Fasilitasi, Konsultasi, Pendidikan dan Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan selain itu Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah haruslah mengedepankan prinsip : Profesional, Independen, Obyektif, Tidak Tumpang Tindih, selalu berorientasi pada perbaikan dan peringatan dini.

Saat ini paradigma pengawasan telah berubah, perubahan tersebut menempatkan APIP sesuai dengan prinsip yang terkandung dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017. Adapun perbedaan antara paradigma lama dan paradigma baru antara lain :

Tabel 1.1

Pergeseran Paradigma Organisasi Perangkat Daerah pada APIP

URAIAN

PARADIGMA LAMA

PARADIGMA BARU

Peran Watchdog Quality Assurance dan Consulting
Pendekatan Detektif Preventif
Sikap Mencari – cari kesalahan Sebagai Mitra
Fokus Kelemahan/penyimpangan Penyelesaian yang konstruktif
Komunikasi dengan OPD Terbatas Reguler

Sumber : (Data elaborasi, 2019)

Sekilas dapat dijelaskan bahwa peran pengawasan bersifat watchdog meliputi aktifitas inspeksi, perhitungan, yang bertujuan untuk memastikan ketaatan atau kepatuhan terhadap ketentuan, peraturan atau kebijakan yang berlaku. Peran watchdog  biasanya menghasilkan saran / rekomendasi yang mempunyai  impact  jangka pendek, misalnya perbaikan sistem dan prosedur atau internal control. Sedangkan saat ini peran APIP sebagai Quality Assurance menitikberatkan pada Audit, Reviu, Monitoring, Pemantauan dan Pengawasan lainnya. Untuk peran APIP sebagai consulting adalah diharapkan dapat memberikan manfaat berupa nasehat (advice) dalam pengelolaan sumber daya suatu organisasi. Rekomendasi yang dibuat oleh auditor biasanya bersifat jangka menengah.

Untuk  dapat menjalankan perannya  sebagai  konsultan dalam hal ini mendeteksi / peringatan dini akan munculnya kesalahan maka lnspektorat Kabupaten Magetan berupaya untuk menyediakan layanan baru berupa Klinik Konsultasi dan Pendampingan bagi pengguna layanan untuk mendapatkan solusi dalam perspektif pengawasan.

Klinik Konsultasi yang rencananya akan dibangun dinamakan Klinik Mama. Kata “MAMA” sendiri merupakan akronim dari Magetan Aman Nyaman. Diharapkan dengan dibentuknya klinik konsultasi ini akan berguna memberikan pelayanan berupa konsultasi dan pendampingan dan membantu mencegah terjadi penyimpangan dalam  menjalankan tugas dan fungsi dari Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa. (author)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *